Si Kecil Yang Membawa Keuntungan Besar; Inilah Beberapa Hal Mengenai Maggot Yang Perlu Anda Ketahui!

Magot

Beternak bisa menjadi peruntungan bisnis yang anda coba. Selain bisa menghasilkan omset yang besar, kegiatan beternak sendiri juga cukup mengasyikkan dan efektif dalam mengurangi potensi stress dan jenuh karena rutinitas sistematis. Itu sebabnya, beberapa orang tertarik untuk merintis bisnis ternaknya sendiri, mulai dari ayam/unggas, sapi, kambing, ikan, dan sebagainya. 

Dalam beternak, tentunya seseorang perlu mempersiapkan bahan-bahan premium demi kesehatan dan penjagaan kualitas hewan ternak. Salah satunya dengan budidaya maggot, yang mungkin tidak terlalu disorot oleh masyarakat. Sebenarnya, apa sih maggot dan kegiatan budidaya maggot itu sendiri? Mari kita simak lebih lanjut! 

Mari Berkenalan Dengan Maggot

Apakah anda pernah mendengar istilah maggot dalam beternak? Jika belum, penulis akan mencoba menjabarkan sedikit mengenai hal tersebut. Maggot atau yang sering disebut belatung dalam bahasa Indonesia, merupakan larva dari lalat BSF (Black Soldier Fly) yang biasanya ditemukan pada pangan yang sudah membusuk maupun bangkai hewan (sampah organik). 

Secara sekilas, mungkin maggot ini terdengar sangat menjijikan dan sumber penyakit Tapi nyatanya, maggot ini memiliki banyak manfaat dan bisa dikategorisasikan sebagai bahan premium pendukung kualitas hewan-hewan ternak, loh! Itu sebabnya, budidaya maggot sudah cukup terkenal dan banyak dilakukan oleh peternak di Indonesia. 

Mengapa demikian? Sebab, ternyata, maggot memiliki kandungan nutrisi dan protein yang sangat tinggi. Selain itu, maggot juga bisa diproduksi dalam waktu yang sangat singkat, sederhana, dan mudah, sehingga para peternak yang melakukan budidaya maggot tidak akan mengalami penundaan maupun hambatan-hambatan yang signifikan dalam memasok pakan. 

Manfaat Maggot Dalam Beternak 

Seperti yang sudah kita singgung sebelumnya, bahwasanya maggot memiliki banyak sekali manfaat, di antaranya: 

Maggot Sangat Mudah Sekali Diproduksi.

Kemudahan memproduksi maggot memang menjadi keunggulan utama dalam budidaya maggot. Karena selain bisa langsung diberikan kepada hewan ternak, maggot juga bisa dibentuk sebagai tepung yang biasa disebut mag meal untuk menekan pengeluaran yang terlalu besar untuk pakan ternak. Untuk menemukan maggot juga mudah, karena anda hanya perlu menunggu pembusukkan dari bahan organic di sekitar anda untuk mengumpulkan bibit larva dari BSF ini. 

Sebagai Pelerai Sampah Organik 

Seringkali, kita kebingungan untuk melakukan pembuangan sampah organic. Alasan utamanya, karena bau busuk yang kurang sedap jika ditimbun berhari-hari. Tapi tak perlu khawatir, dengan bantuan maggot, sampah organik anda akan segera terlerai dan jumlahnya tentu akan berkurang bahkan hilang seketika karena akan diolah langsung oleh maggot. 

Bisa Menghasilkan Ladang Keuntungan Yang Besar 

Zaman sekarang, banyak orang berlomba-lomba memberi hewan-hewan ternaknya pakan premium dengan harga yang rendah. Tentunya, bisnis budidaya maggot akan menjadi incaran bagi para peternak yang menginginkan hal tersebut. 

Melihat beberapa manfaat maggot di atas, tidak heran jika maggot bisa dikatakan sebagai bahan pakan yang potensial kan? 

Langkah-Langkah & Cara Budidaya Maggot 

Setelah membaca beberapa ulasan mengenai maggot di atas, tentunya anda sudah memiliki gambaran & makin memahami serba serbi maggot. Dan jika anda tertarik untuk merintis bisnis budidaya tersebut, pastikan anda membaca cara budidaya maggot di bawah dengan seksama, ya! 

Berikut adalah cara budidaya maggot yang bisa anda lakukan: 

1. Persiapan Bahan

Sebelum anda memulai budidaya maggot BSF, tentunya anda harus mempersiapkan beberapa bahan utamanya. Pastikan anda memiliki wadah yang cukup besar seperti ember atau baskom, dedak, gula, plastik besar (seperti plastic hitam sampah/yang ukurannya menyerupai karung), penyedap makanan, minuman dengan kandungan ragi/hasil fermentasi. 

2. Persiapan Alat 

Setelah anda memastikan kelengkapan bahan, anda juga perlu untuk mempersiapkan beberapa alat sebagai media perkembang biakan dan proses panen maggot itu sendiri. Beberapa alat yang harus ada untuk budidaya maggot adalah biopond (tempat berisi tanah gambut dimana maggot melakukan pembesaran volume tubuh), dan kendang. 

3, Cara Pengembangbiakkan Maggot

Sampailah kita pada tahap yang sangat krusial dalam budidaya maggot itu sendiri. Dalam melakukan hal ini, pastikan anda mengikuti seluruh tahapan prosedur dengan baik dan tepat, agar hasil panen maggot maksimal. 

Siapkan 1,5 liter air, gula, 6 kilogram dedak, dan penyedap rasa, campurkan bersamaan dan aduk hingga merata. 

Masukkan bahan fermentasi sebanyak 1 tutup botol. 

Masukkan air campuran ke dalam plastic, sisihkan sedikit jangan sampai penuh, berikan rongga udara lalu ikat rapat-rapat. 

Simpan selama 5 sampai 6 hari kemudian pindahkan air campuran ke dalam wadah besar selama 2 sampai 3 hari. Dengan baunya yang amis, lalat BSF akan secara otomatis tertarik untuk hinggap di wadah berisi air dedak yang sudah lama didiamkan.

Setelah anda melakukan tahapan-tahapan di atas, anda hanya perlu menunggu kurang lebih 3 minggu sampai telur-telur larva menetas. Lakukan proses tersebut secara berkala seminggu sekali, jika anda ingin terus memasok pakan dari maggot secara rutin. 

Sudah banyak keunggulan yang dirasakan masyarakat dengan melakukan budidaya maggot BSF ini. Selain untuk mengurangi sampah organic, budidaya maggot BSF ini juga tidak mencemari lingkungan dengan bau busuk yang berlebihan. Tidak hanya bisa diproduksi secara mandiri, maggot ini juga bisa diproduksi secara besar-besaran, tentunya dengan bahan-bahan yang jumlahnya ditambahkan kelipatannya. 

Budidaya maggot BSF ini sendiri juga sudah menjadi bahan edukasi di beberapa desa ekowisata di Indonesia. Dengan memberikan informasi tersebut, diharapkan generasi penerus yang tertarik dalam bidang peternakan, mampu membuat inovasi-inovasi baru terkait pakan premium organic untuk hewan-hewan ternak. 

Intinya, peluang budidaya maggot ini sangatlah besar dan menguntungkan. Tak perlu khawatir jika anda baru merintis bisnis di bidang ini. Selama anda konsisten dalam melakukan produksi dan kegiatan pemasaran, tentunya akan semakin banyak orang yang tertarik untuk mempercayakan pesanan kepada anda dalam partai besar. 

Hal tersebut dikarenakan, maggot ini sangat multifungsi dan bisa menjadi pakan premium untuk semua hewan ternak. Tidak hanya ayam, bebek, atau unggas lainnya, melainkan juga ikan, sapi, dan kambing. Maggot juga bisa menjadi vitamin alami bagi hewan ternak, terutama bagi hewan yang sedikit kesulitan dalam menambah bobotnya atau yang pertumbuhannya terhambat. 

Maggot BSF ini sendiri bukanlah sumber/pembawa penyakit seperti lalat-lalat lainnya. Untuk itu, pengelolaan maggot BSF ini bisa dibilang aman bagi kesehatan, baik pagi produsen yang seringkali berkontak langsung selama proses panen maupun hewan ternak yang mengkonsumsinya. Pernyataan tersebut sudah dikonfirmasi oleh Muhammad Faqih sebagai Manager Riset dan Lapangan Biomagg Sinergi Internasional. Jadi, apalagi yang anda tunggu untuk memulai usaha tersebut?

Demikianlah informasi yang bisa penulis berikan mengenai budidaya maggot yang sangat kaya akan manfaat. Semoga dengan artikel ini, para pembaca dapat menemukan insight dan pengetahuan baru, terutama bagi anda yang berkecimpung di bidang peternakan. Jangan lupa memberikan ulasan!

Post a Comment

Previous Post Next Post